Pondok Pesantren An-Nahdiyyah didirikan pada pertengahan tahun 2022 oleh Bapak Markodim yang akrab disapa Mbah Kosim, sebagai wujud kepedulian beliau terhadap pendidikan Islam di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Tiga belas tahun yang lalu, adalah awal sebuah niat suci yang sudah tertanam di hati Mbah Kosim, dan kisah ini dimulai bukan pada saat batu pertama diletakkan, akan tetapi saat sebuah cita-cita lahir dari keprihatinan & Keikhlasan yang mendalam. di tengah perenungannya, Mbah Kosim menyimpan sebuah azam (tekad) yang kuat. Beliau berniat untuk mendedikasikan hidupnya, bahwa suatu hari nanti akan mendirikan sebuah pondok pesantren Berlandasan Nahdlatul Ulama (NU).
Sosok pria paruh baya yang penuh kesederhanaan dan terlahir dari keluarga sederhana serta jauh dari perkotaan ditanah jawa tersebut memiliki niat mulia yang bukan sekedar angan-angan sesaat. Memiliki janji yang beliau rawat dalam diam, beliau pupuk dengan doa, beliau patri dengan tekad dan beliau perjuangkan dalam setiap ikhtiar. Menjadikan niat mulia tersebut sebagai kompas hidup yang mengarahkan langkah beliau.
Berangkat dari semangat, niat dan keinginan untuk membina generasi yang berakhlak mulia, beliau merintis sebuah pesantren dengan penuh harapan menjadi pusat pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Apa yang kita saksikan hari ini adalah buah dari kesabaran dan keteguhan niat seorang Mbah Kosim. Sebuah perjalanan 13 tahun yang membuktikan bahwa niat tulus karena Allah, yang dibalut dengan istiqomah, pada akhirnya akan menemukan jalannya. Berkat dukungan masyarakat dan ketekunan para pengasuh, An-Nahdiyyah berkembang pesat menjadi lembaga pendidikan yang menaungi berbagai program keagamaan dan sosial. Pesantren ini tidak hanya fokus pada pengajaran ilmu-ilmu syar’i, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan hidup dan wawasan kebangsaan.
Dengan visi “Membentuk Generasi Qur’ani, Cerdas, Teranpil, Mandiri, Profesional dan Berakhlak Mulia”, Pondok Pesantren An-Nahdiyyah terus berkomitmen menjadi pelita umat di tengah tantangan zaman, serta menjadi tempat tumbuhnya kader-kader Islam yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.